Dia Berpulang
Senin, 27 November 2017. Aku membaca pesan WA dari Veno di grup kelas. Dia mengabari bahwa teman kami, Abiyogas telah berpulang ke Rahmatullah. Yogas, panggilan akrabnya. Pertama aku masuk kelas 1C seperti tidak ada yang salah dari dia. Jasadnya terlihat bugar. Tapi baru ku tahu dipertengah semester, ternyata dia sakit jantung. Penyakitnya bawaan dari lahir.
Aku tak punya banyak kenangan bersama dia. Kenangan itu bisa dihitung dengan jari. Aku berusaha akrab dengan semua temanku, walapun tidak semua bisa.
Saat menuruni tangga Laboratorium kebetulan aku berjalan berdampingan dengannya. Aku memulai pembicaraan. Aku memang tipe orang yang banyak bicara. Terkadang aku tidak suka suasana yang dingin. Ya, dari pembicaraan itu aku menyadari bahwa Yogas menghormatiku. Atau memang merasa aku orangnya kaku :"
Yogas memang suka duduk di depan, pojok. Mungkin itu tempat favoritnya. Pernah sekali aku duduk di sampingnya ketika ulangan writing. Dia meminjam hpku karna hpnya tak ada sinyal atau apa, aku kesal. Aku sedikit kesal waktu itu, karna dia menggangguku saat waktu ulangan akan segera habis. Tapi alhamdulillah berhasil ku redam.
Dan, kalian harus tahu, Yogas mendapat nilai A+ di ulangan writing pertama kali. Grammarnya flawless kata Mrs. Nuning. Aku tak menyangka hal itu, saat latihan Grammar, dia banyak salah. Tapi ketika langsung praktik, masyaAllah hampir tidak ada kesalahan.
Aku memang suka coklat, ketika aku makan coklat di sebelah Yogas, Yogas bilang, "Coklat, mauuuu!!!," wkwk sebenarnya aku mau pelit, tapi ya gimana wkwk
Dan yang paling menyentuh adalah ketika aku berjalan sendiri, kebiasaanku saat akan pulang adalah pakai masker. Waktu itu aku berjalan seorang diri, dengan posisi sudah memakai masker, aku pikir tidak akan ada yang mengenaliku. Tapi salah, ketika Yogas melintas dibonceng seseorang, kalau tidak salah Ayahnya, aku tidak tahu datangnya. Dia berteriak, "Melindaaaa!!"
Sontak ku jawab,"yaaa!!!" sambil ku cari arah datangnya suara. Aku berbicara dalam hati, sebegitu perhatiankan hingga dia masih mengenali aku :"
Mungkin, kelompok writing adalah kelompok terakhirku dengan Yogas. Kala itu Yogas mencari kelompok, karna kelompokku masih sedikit anggota, ya bergabunglah Yogas dengan kelompok kami. Itulah pengalaman pertama dan terakhir aku sekolompok dengan Yogas.
Terakhir, aku melihatnya maju presentasi speaking. Masing terbayang wajah, senyum dan gerak tubuhnya. Yogas punya gaya berjalan yang khas, senyum, dan tawa yang khas pula. Beruntunglah dia bisa membuat orang lain tertawa disaat mendengar tawanya.
Semoga tenang di sana Yogas. We love you. Maafkan aku gk bisa jadi temen yang baik. Bahkan belum sempat menjengukmu ketika kamu sakit. Semoga dosamu diampuni oleh Allah. Tenang disana ya.
Dia adalah Abiyogas Arief Setyo Wibowo, teman kami, keluarga kami. Kami menerima dia beserta kekurangannya.
Mohon doakan Yogas semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT.

Komentar
Posting Komentar