CINTAI BELA DIRI INDONESIA
"Jiwa nasionalisme kita sekarang mulai tergerus," mungkin itu yang ada dibenak Al, salah satu narasumber rubrik Bintang saya. Semoga menginspirasi :) Lets, Check it out !!! :)
![]() |
| edisi ke-7 |
Cintai Seni Bela Diri Indonesia
Pencak
silat, seni bela diri asli Indonesia ini, tak kalah dengan seni bela diri
negara lain, seperti Tae Kwon Do, Karate, dan Kung Fu. Namun, peminat pencak silat
masih terbilang sedikit dibanding Tae Kwon Do, dan Karate. Walaupun begitu, Alfian
Rizki Nasrulloh malah menekuninya. Siswa yang akrab disapa Al ini duduk di
kelas XC SMAN 1 Kartasura, Sukoharjo. Al tertarik dengan pencak silat karena
terinspirasi dengan kedua orang tuanya yang menekuni pencak silat sejak kecil.
Cowok
yang hobi sepak bola, pencak silat, dan renang ini, belajar pencak silat sejak
kelas IV SD. Al berhasil meraih juara 2 Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) pencak
silat se-kabupaten Sukoharjo, juara 1 Kejuaraan Wilayah Persatuan Silat
Nasional Ampuh Sehat Aman Damai (Persinas ASAD), dan juara 1 lomba seni beregu Kejuaraan
Provinsi Persinas ASAD bersama dua orang temannya di Magelang, Oktober 2015
lalu. Dan rencananya, di tahun 2017 mendatang, Al bersama dua orang temannya
akan mewakili Jawa Tengah dalam lomba seni beregu Kejuaraan Nasional Persinas
ASAD.
Kemenangan
yang Al raih bukan tanpa kerja keras. “Kalau hari-hari biasa latihannya 2 jam.
Tapi kalau mendekati lomba, jam latihannya ditambahin. Dulu sampe pernah izin
sekolah 3 hari buat latihan,” ujarnya saat ditemui Wasis, Sabtu (13/2).
Saat
mendekati lomba, biasanya Al dan teman-temannya lebih menekankan latihan fokus,
kecepatan, dan kekompakan. “Salah satu bentuk latihannya itu, nutup mata sambil
gerak. Karena, pas lomba itu gak ada aba-abanya, jadi kaya 3 hati yang disatuin
jadi 1,” cerita siswa kelahiran 27 Februari 2000 ini.
Setiap
mengikuti perlombaan, Al mengaku menikmati babak demi babak, hingga akhirnya
menjadi juara. Walaupun begitu, bukan berarti Al mengikuti perlombaan tanpa
kesulitan. “Kesulitan saat perlombaan adalah meyakinkan wasit, karena wasitnya
itu banyak, dan penilaian wasit satu dengan wasit yang lain itu beda-beda.
Kadang perbedaan nilainya itu signifikan banget,” kata siswa yang bercita-cita
menjadi dokter ini. (Melinda Putri Herwin-Wasis)

Komentar
Posting Komentar