HASHTAGMU MENGALIHKAN DUNIAKU

"Ehh dikasih hashtag yang banyak, biar banyak yang nge-like," mungkin itu sedikit mewakili anak muda jaman sekarang kalau akan menguplod foto kekinian mereka. Fungsi hashtag adalah untuk mempermudah pencarian suatu tranding topic di media sosial. Jadi membantu banget ya gais. So, Check it out :)

edisi ke-8

Hashtagmu Mengalihkan Duniaku

Hayoo siapa yang suka bikin hashtag di medsos? Sebenernya apa sih hashtag itu? Hashtag atau pagar (#) biasanya digunakan untuk mengelompokkan suatu pesan pada media sosial. Sehingga, pesan yang mengandung hashtag itu mudah dicari. Contoh hashtag yang sempat menjadi trending tropic misalnya, #KamiTidakTakut, #QuoteKekinian, #SesakitInikahRasanya, dan masih banyak lagi. Hmmm, gimana ya tanggapan Sobat kita tentang hashtag?
Andika Putri, siswi Kelas XI IPS 1 SMAN 1 Boyolali ini tidak begitu suka memakai hashtag. “Pernah sih pake hastag, tapi cuma di instagram aja. Kan di instagram itu share foto. Nah, biar foto hasil karya kita bisa dan mudah dilihat orang lain tanpa harus tahu akun ig kita kan pakainya hashtag. Contohnya aku upload foto landscape. Biar mudah dilihat banyak orang, aku kasih hashtag #wide #landscape. Tapi tergantung juga mau pakai hashtag buat apa dulu. Kalau untuk tren, apalagi kalau buat status pake banyak hashtag itu menurutku keliatan alay lebah. Makanya aku enggak begitu suka pakai hashtag, kecuali di instagram,” jelas Andika pada Wasis, Kamis (18/1)
“Kalau menurutku, hashtag itu penting tapi dalam konteks tertentu. Misalnya #PrayForJakarta, #PrayForRiau. Hashtag seperti itu membantu  menginformasikan suatu kejadian penting dan patut dijadikan trending topic. Sedangkan hashtag yang biasanya digunakan untuk mengungkapkan perasaan, menurutku itu kurang penting. Karena, itu cuma cari perhatian di dunia maya aja,” tutur siswi yang hobi menulis dan menggambar ini.
Ayu Aprilia Sekar Saputri, siswi Kelas XI IPS 6 SMAN 8 Solo ini, jarang ngikutin hashtag.  “Jarang sih ngikutin hashtag-hashtag kaya gitu. Tapi setidaknya juga pernah sih pake hashtag. Dulu  juga pernah bikin hashtag, tapi enggak jadi trending topic,” jelas Ayu pada Wasis, Kamis (18/1)
“Menurutku hashtag itu ada segi positif dan negatifnya. Segi positifnya misalnya, #PrayForJakarta, itu menunjukkan simpati kita. Kalau dampak negatifnya, kadang cuma buat ajang nge-hits doang,” pungkas cewek yang suka olahraga ini. (Melinda Putri Herwin-Wasis)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan Pertama di Bulan September.

Dia Berpulang