TAK SUKA TAPI JUARA
Kali ini saya berkesempatan menulis di rubrik Bintang :)
![]() |
| edisi ke-3 |
Sobat
Gaul, bintang kita kali ini adalah seorang siswa yang sangat menyukai olahraga.
Gibran Pratama Hakim, pelajar yang kini duduk di kelas XF SMAN 1 Wonosari, Klaten.
Cowok yang akrab disapa Gibran ini, berhasil meraih predikat juara 2 lomba tolak
peluru di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) di tingkat kabupaten Klaten.
Selain tolak peluru, Gibran juga berhasil meraih juara 3 lomba lompat jauh pada
POPDA tingkat kabupaten. Walaupun ketika lomba, dia merasa tidak nyaman karena
papan tumpuan terlalu kecil dan licin. Akibatnya, dia harus rela
didiskualifikasi satu kali, karena tolakan kakinya melebihi papan tumpuan.
Akibatnya, dia hanya meraih juara 3 pada lomba lompat jauh tersebut. Cowok yang
mempunyai hobi olahraga terutama lari, renang, pingpong, dan bulu tangkis ini, pernah
gagal dalam lomba pencak silat karena over
berat badan. Namun, hal ini tidak membuat Gibran putus semangat. Terbukti dirinya
dapat meraih juara 2 lomba tolak peluru pada POPDA Klaten, Februari 2015 lalu.
Gibran
sendiri mengaku tidak tertarik pada tolak peluru. “Saya sebenarnya gak tertarik
pada tolak peluru. Tetapi karena bakat saya di bidang olahraga, jadi saya dapat
melakukannya. Saya lebih suka bulu tangkis, pingpong, lari, dan renang.
Walaupun saya renang hanya seminggu sekali,” jelas Gibran. “Kesulitan tolak
peluru sendiri adalah cara memegangnya. Kalau salah memegangnya, tolakannya gak
bisa jauh,” ujar Gibran, saat ditemui Wasis, Senin (18/1)
“Pengalaman
mengesankan itu, ketika saya berhasil menjadi juara 2 lomba tolak peluru di tingkat
kabupaten. Padahal, badan saya kalah jauh dari peserta yang lain, yang
kebanyakan bertubuh tinggi, dan berbadan jumbo. Saya sendiri juga gak nyangka
bisa jadi juara 2 se-kabupaten,” jelas cowok yang bercita-cita menjadi TNI-AD
ini dengan bangga. “Harapan saya, saya ingin menambah prestasi saya untuk
membuat bangga kedua orang tua, dan menjadi pakibraka nasional,” ujar cowok
kelahiran Klaten, 12 Oktober 2000 ini sembari tersenyum. (Melinda Putri Herwin-Wasis)

Komentar
Posting Komentar