Pernikahan Impian

Tadi saya menghadiri pernikahan seorang tetangga. Dia anak Pak RT. Bisa dibilang, posisi RT di dusun kami sudah dianggap terpandang. Ya, karna jiwa sosial di dusun kami masih erat. Mungkin sangat berbeda bagi kalian yang tinggal di kota. Saya mengikuti kegiatan karang taruna yang bernama "SAMUDRA". Setiap orang yang mempunya hajatan, karang taruna kami diikut sertakan andil bagian. Gampangannya disuruh jadi sinoman gitu. Sinoman adalah pemuda-pemudi atau karang taruna yang jadi pramusaji. Pokoknya pengganti waiter gitulah. Ya pokoknya itu.
Kebetulan anak Pak RT adalah seorang tentara yang menikah dengah seorang perempuan yang bertitel sarjana keperawatan. Bangga bukan? Tapi bukan itu yang akan saya soroti. Yang akan soroti adalah pernikahannya. Saya membayangkan jika saya diposisi itu bersama seseorang yang kelak menjadi suami saya wkwk mikirnya jauh banget 😂
I think, apakah aku bakal sesepaneng itu ketika menikah, padahal aku yang sekarang hyper sekaliii. Apakah aku dipanggung bakal asik ngobrol sama dee atau cuma diem liat-liatin tamu undangan wkwk. Aku pikir, kita harus menjadi diri kita sendiri, senyaman mungkin tapi harus lihat sikon. Ya yang penting tau tempat, situsi dan kondisi.
Pernikahan impian, mungkin untuk saat ini aku sudah punya sedikit, sedikit sekali bayangan. Pernikahan itu menyatukan kedua belah pihak. Keluarga si perempuan dan keluarga si laki-laki. Bukan hanya menyatukan 2 individu yang saling mencintai dan siap membangun mahligai. Tidak sesederhana itu. Pernikahan itu kompleks, menyatukan 2 insan beserta keluarga besarnya. Keduanya harus melebur. Karna tidak mungkin kan kalian hanya tinggal berdua saja? Pasti ada salah satu atau banyak anggota keluarga lain. Maka dari itu, kawin lari tidak dianjurkan.
Pernikahan impian juga pernyempurna iman. Urusan kita dengan Allah. Makanya kita harus memilih pasangan hidup yang bisa menuntun kita lebih dekat ke Allah SWT. Kita bukan manusia sempurna. Masing-masing dari kita punya rongga yang harus diisi. Entah kapan dan lebih mana yang menjemput, jodoh atau ajal dulu? Kita gk tau. Sebisa mungkin, kita harus mempersiapkan keduanya.
Pernikahan impian adalah ketika kita dan dee tak berjarak. Seperti sahabat, asik aja gitu mau gimana-gimana.
Pernikahan impian adalah ketika aku memakai gaun putih panjang. Pasti cantik yaa wkwk. Bukan pakai musik dangdut, ngundang pak ustadz aja. Terus, eksklusif gitu, tamunya gk usah banyak-banyak. Acaranya intern gitu saudara, keluarga besar, sahabat, tetangga sebagian kecil aja. Gk usah hedon.
Yaa sebenarnya aku penasan siapa jodohku aseeqqq..  Semua pasti mikirin itu yaa. Tp yaa ada hal yang harus lebih dipikir lagi. Hemmm, yang jadi milikmu gk bakal jadi milik orang lain kok. Try to be strong and be brave menghadapi kenyataan.
-LovMel

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan Pertama di Bulan September.

Dia Berpulang